;
Tampilkan postingan dengan label Rafael. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rafael. Tampilkan semua postingan

Hasil Perancis Terbuka 2011 Rafael Nadal vs Roger Federer 5 Juni 2011


Hasil Perancis Terbuka 2011 Rafael Nadal vs Roger Federer 5 Juni 2011. Rafael Nadal sukses mempertahankan gelar juara Perancis Terbuka. Pada final di Roland Garros, Minggu (5/6/11), si "Raja Lapangan Tanah Liat" itu menang 7-5, 7-6(3), 5-7, 6-1 atas rival klasiknya dari Swiss, Roger Federer. Dengan demikian, secara keseluruhan Nadal sudah mengoleksi 6 gelar Perancis Terbuka, sekaligus menyamai prestasi petenis legendaris Swedia, Bjorn Borg.


Si kidal asal Spanyol ini merajai grand slam lapangan tanah merah tersebut sejak 2005 hingga sekarang. Dia hanya satu kali gagal pada 2009, ketika disingkirkan Robin Soderling di perempat final--waku itu Federer yang jadi juara.


Atas hasil ini, Nadal total sudah mengoleksi 10 gelar grand slam, sedangkan Federer masih tertahan di angka 16--dan tercatat sebagai petenis paling sukses. Namun rekor pertemuan Federer dengan petenis nomor satu dunia itu kian buruk, karena kini Nadal unggul 17-8. Sedanngkan untuk head-to-head di "clay", Nadal kian dominan dengan keunggulan 12-2.


Rekor di clay itu termasuk pada final Perancis Terbuka 2006-2008, serta semifinal Perancis Terbuka 2005.


Berita Tenis: Rafael Nadal Menolak Disebut Terbaik


Berita Tenis: Rafael Nadal Menolak Disebut Terbaik. Rafael Nadal mengaku ia merasa terhormat dibandingkan dengan Bjorn Borg setelah menyamai rekor petenis besar asal Swedia itu dengan meraih enam gelar Perancis Terbuka usai mengalahkan Roger Federer 7-5, 7-6 (7/3), 5-7, 6-1, Minggu.


Namun petenis Spanyol itu menolak anggapan bahwa ia sekarang adalah pemain terbesar sepanjang masa. "Sangat spesial disamakan dengan peraih enam gelar Perancis Terbuka Bjorn Borg, tetapi yang terpenting adalah menang di Roland Garros," kata petenis nomor satu dunia tersebut. "Saya bekerja keras di sini dan bermain lagi di sini lain waktu. Suatu kehormatan dibandingkan dengan Borg."


Nadal sekarang telah mengumpulkan 10 gelar Grand Slam yang terdiri atas enam Perancis Terbuka, dua Wimbledon dan masing-masing satu AS dan Australia Terbuka.


Federer masih memimpin dengan 16 gelar, tetapi Nadal yang usianya lebih muda hampir lima tahun dari petenis Swiss tersebut, sangat mungkin petenis Spanyol itu akan mengungguli total gelar yang diraih.


Akan tetapi, ia menolak sanjungan tersebut. "Saya bukan pemain terbaik dalam sejarah tenis tetapi saya berada di antara yang terbaik dan itu cukup bagi saya," katanya.


Pelatih Nadal yang juga pamannya, Toni Nadal mengatakan, kemenangan pada Minggu adalah yang paling sulit dari keenam kemenangan di ibu kota Perancis tersebut."Ini yang paling rumit. Ia bermain sangat buruk pada tiga putaran pertama," kata Toni Nadal.


"Bagi Roger, penting bagi dia untuk berusaha dan memenangi Grand Slam lagi dan bagi kami sangat penting Rafa tidak kalah karena jika demikian tidak akan menjadi pemain terbaik di lapangan tanah liat."


Nadal membutuhkan lima set untuk mengalahkan John Isner dari Amerika Serikat pada putaran pertama di Paris dan mengeluh bahwa ia merasa tidak bermain cukup baik untuk memenangi gelar.


Toni Nadal mengatakan, ia perlu memberi semangat keponakannya itu."Saya katakan padanya: ’Kamu tidak akan menang bermain pada level ini. Kamu harus lebih rileks dan saya katakan padanya bahwa menang atau kalah tidak akan mengubah apa pun.


"Memenangi Roland Garros adalah indikasi bahwa 2011 adalah tahun yang baik. Ini akan memberinya perasaan damai untuk apa yang akan datang. Jika ia kalah di Wimbledon, kami akan selalu mempunyai Prancis Terbuka."


Toni Nadal juga mengabaikan pencapaian keponakannya yang sekarang menyamai peraih enam gelar Borg. "Ini tidak berarti apa-apa. Saya melihat Borg ketika saya muda. Borg akan selalu menjadi yang terbesar. Ia luar biasa."


Hasil Perancis Terbuka 3 Juni 2011 Rafael Nadal vs Andy Murray, Nadal Ke Final

Hasil Perancis Terbuka 3 Juni 2011 Rafael Nadal vs Andy Murray, Nadal Ke Final. Rafael Nadal hanya perlu selangkah lagi untuk mempertahankan gelar juara Perancis Terbuka. Petenis kidal asal Spanyol ini melaju ke final grand slam lapangan tanah merah tersebut, setelah di semifinal, Jumat (3/6/11), menang straight set 6-4, 7-5, 6-4 atas unggulan keempat dari Inggris, Andy Murray.

Kini, Nadal menunggu pemenang antara unggulan kedua dari Serbia, Novak Djokovic, dengan unggulan ketiga dari Swiss, Roger Federer, untuk bertarung di final, Minggu (5/6/11). Pemain nomor satu dunia ini hanya perlu satu kemenangan lagi untuk merengkuh gelar keenam di Roland Garros, dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.

Nadal hanya gagal menjadi juara di grand slam ini pada 2009. Waktu itu, langkahnya terhenti di perempat final karena ditaklukkan petenis Swedia, Robin Soderling, yang akhirnya ditaklukkan Federer di final. Padahal, pada tahun tersebut Nadal mengincar kemenangan kelima secara berturut-turut.

Namun musim lalu, Nadal kembali berjaya lagi di lapangan tanah merah yang menjadi spesialisasinya untuk merengkuh gelar kelima. Jika menjadi juara lagi, maka "raja lapangan tanah liat" ini menyamai prestasi petenis legendaris Swedia, Bjorn Borg, yang enam kali menyabet trofi di Roland Garros.

Dalam pertandingan melawan Murray yang berdurasi 3 jam 17 menit ini, Nadal bermain sangat sabar dari baseline. Kerja keras dan semangat pantang menyerah, membuat peraih sembilan gelar grand slam ini bisa mengejar ke mana pun bola pemberian Murray, sehingga pada set pertama dia dengan cepat memimpin 5-1.

Murray tak patah arang. Secara perlahan, dia mulai bangkit untuk mengejar Nadal hingga kedudukan 4-5. Tetapi, Nadal, yang hanya butuh satu poin lagi untuk memenangi set pembuka ini tak mau menyia-nyiakan peluang ketika memegang servis, untuk mengakhirinya dengan kemenangan 6-4.

Pada set kedua, laga semakin seru karena terjadi tukar-menukar break. Nadal lebih dulu melakukannya di game kedua, tetapi langsung dibalas Murray, begitu pun pada dua game selanjutnya, yang membuat skor imbang 5-5. Di game ke-11, Nadal kembali membuat break, dan inilah titik yang membuatnya meraih kemenangan set kedua karena ketika memegang servis, dia berhasil mengamankan poin.

Di set ketiga, Nadal mengawalinya dengan break dan selanjutnya unggul 2-0 setelah mendapatkan poin ketika memegang servis. Di sinilah letak kemenangannya, karena setelah itu kedua petenis ini tak pernah kehilangan poin saat memegang servis.

Nadal mengakhiri laga tersebut dengan forehand menyusur garis (down the line), di mana bola pengembalian Murray menyangkut di net. Pemain berusia 25 tahun ini pun langsung meluapkan kegembiraannya dengan melompat karena berhasil memastikan diri maju ke final.

Peliculas Online