;
Tampilkan postingan dengan label Roland. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roland. Tampilkan semua postingan

Berita Tenis: Bola Bekas Pemain Roland Garros Ludes

Berita Tenis: Bola Bekas Pemain Roland Garros Ludes. Selain asyik menyaksikan laga para petenis di Perancis Terbuka yang berlangsung di Roland Garros, penonton juga sibuk berbelanja dalam ajang yang berlangsung setahun sekali di timur Paris tersebut. Hingga saat ini, yang selalu menjadi incaran pengunjung adalah kaos dan topi.

Pengunjung tak terlalu peduli dengan harga barang tersebut. Harga kaos yang mulai dari 20 euros untuk anak-anak hingga 65 euros tetap diburu.

Maklum, Roland Garros bagi para pencinta tenis merupakan ajang bergengsi, dan memang rata-rata yang datang ke turnamen ini berkantong tebal. Jadi, harga suvenir yang bisa 10 kali lipat dari biasanya tak menjadi masalah.

Menurut pengunjung, datang ke Roland Garros bisa jadi hanya sekali seumur hidup mengingat harga tiket masuk yang mahal dan kadang sulit didapatkan. Tahun lalu, misalnya, dikarenakan hujan, jaket hujan dari plastik begitu sederhana hanya karena ada logo Roland Garros terjual dengan harga 75 euros, dan penonton pun rela merogoh kantongnya untuk membeli jaket hujan transparan itu.

Tahun ini, yang menjadi peringkat utama adalah kaos, topi, dan bola besar yang digunakan penonton, khususnya anak-anak, meminta tanda tangan kepada pemain favorit mereka.

Saya melihat satu keluarga dengan 4 anak, mereka berasal dari Jerman dan keempat anaknya memeluk bola tenis raksasa. Ternyata, harga satu bola raksasa tersebut 32 euros. Lumayan mahal, karena bola raksasa di ajang tenis lainnya juga selalu ada dan harganya 10-15 euros.

Namun, lagi-lagi Roland Garros menjadi alasannya. Karena ajang ini sangat bergengsi, kesempatan membawa kenangan jauh lebih berharga.

Minggu lalu, butik-butik Roland Garros mengeluarkan suvenir baru, yaitu bola bekas pemain. Bisa ditebak, tak peduli apakah bola bekas itu benar-benar dipakai oleh petenis terkenal atau tidak, dalam 3 hari bola bekas seharga 8 euros itu sudah ludes, laris manis terjual.

Yang menarik perhatian adalah dijualnya tanah dari lapangan merah ini. Tanah seberat kurang dari 100 gram ini dikemas dalam botol dan dijual seharga 18 euros.

Saya sangat penasaran dan mencoba menanyakan apakah ada peminatnya. Ternyata, botol berisi tanah merah Roland Garros ini justru menjadi incaran pengunjung luar negeri, khususnya publik Rusia dan Jepang.

Dari hasil pengamatan, beberapa harga suvenir mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, yakni 2-5 persen. Akan tetapi, seperti yang sudah bisa ditebak, berapa pun harga kenaikan yang dikenakan, pencinta tenis di Roland Garros ini dengan rela mengeluarkan euros miliknya demi membawa pulang kenangan dari ajang turnamen bergengsi ini.

Peliculas Online

Jelang Prancis Terbuka Federer Melawan Kuasa Raja Roland Garros

Jelang Prancis Terbuka Federer Melawan Kuasa Raja Roland Garros. Roger Federer menyudahi rekor dan langkah Novak Djokovic di semifinal Prancis Terbuka. Bisakah kegemilangan tersebut ia ulangi di final ketika menghadapi Rafael Nadal?

Rekor tak terkalahkan Djokovic yang sudah terentang sepanjang 43 pertandingan dari akhir 2010 hingga Jumat (3/6/2011) sukses dipatahkan Federer dengan skor 7–6(7–5), 6–3, 3–6, 7–6(7–5).

Di final, lawan Federer adalah Nadal yang sehari sebelumnya mengandaskan Andy Murray. Ini adalah final keempat yang mempertemukan Federer kontra Nadal di Roland Garros.

Bukan sebuah hal yang mengejutkan bahwa di tiga final itu, yakni tahun 2006, 2007 dan 2008, Nadal selalu berhasil menang. Maklum, lapangan tanah liat adalah spesialisasi petenis asal Spanyol itu.

Padahal, sudah bukan rahasia lagi kalau tanah liat juga adalah permukaan yang paling tidak disukai Federer. Memang benar, tahun lalu Federer berjaya (titel pertamanya di Prancis Terbuka) tetapi itu ia raih di saat Nadal sudah kandas oleh Robin Soderling.

Nadal sendiri punya ambisi besar untuk menjadi juara di sini. Andai ia keluar sebagai pemenang, maka petenis 24 tahun itu akan merengkuh titelnya yang keenam dari enam final yang ia jejak.

Enam titel adalah jumlah terbanyak yang pernah bisa diraih seorang petenis putra di Roland Garros. Pemegang rekor itu adalah Bjorn Borg yang melakukannya tahun 1974, 1975, 1978, 1979, 1980 dan 1981.

Walau Nadal lebih diunggulkan, tidak ada jaminan ia akan berhasil mewujudkan ekspektasi itu. Federer pasti sudah menyiapkan antisipasi untuk membendung Nadal dan membuktikan bahwa gelarnya tahun lalu bukan karena Nadal sudah gugur, tetapi karena Federer memang petenis hebat di lapangan clay.

"Saya akan bermain menghadapi Nadal, rival utama saya, di final sebuah turnamen Grand Slam. Kami sudah menunggu momen seperti ini. Ini akan jadi final yang sulit," demikian Federer.

Peliculas Online