;
Tampilkan postingan dengan label Tampil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tampil. Tampilkan semua postingan

17 Juni Seniman Nias Tampil di PKB

Sebanyak 18 seniman dari Nias Selatan diundang oleh panitia Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-33 untuk menampilkan atraksi kebudayaan Nias dan akan tampil pada hari Jumat (17/6/2011). Ke-18 seniman dari Nias menjadi bagian dari 15.000 seniman dari 334 kelompok seni dari 16 provinsi di seluruh Indonesia, yang telah dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 Juni.

Hikayat Manaƶ, seniman Nias Selatan, menginformasikan hal itu kepada NBC lewat telepon seluler, Kamis (9/6/2011).

Menurut Hikayat, kedatangan rombongan seniman dari Nias ke PKB yang dilaksanakan di Taman Budaya Denpasar, Bali, di Jalan Nusa Indah, lebih kurang 2 kilometer ke arah timur dari pusat kota Denpasar, akan menampilkan maluaya (tari perang Nias), hombo batu (lompat batu), feta batu (musik batu), hoho (syair yang dilagukan), dan tari maena.

Saat dihubungi NBC, Hikayat dan kawan-kawan sedang mengadakan latihan di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Selatan di Telukdalam. “Kami sudah latihan sejak minggu terakhir Mei 2011. Meskipun belum maksimal, kami tetap berusaha menampilkan yang terbaik yang kami miliki," ujar Hikayat.

Selain ke-18 seniman, juga akan ikut beberapa pejabat dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan.

Masyarakat Nias menaruh harapan kepada duta budaya Nias ini (Hikayat cs) untuk menampilkan yang terbaik dan akan menjadi wahana untuk mempromosikan Nias kepada wisatawan mancanegara. Warga Nias yang berdomisili di Bali, Tafaewasi Wa’u, kepada NBC mengaku sangat senang dan bangga atas tampilnya kebudayaan Nias di Bali.

“Dengan acara ini, budaya Nias diperkenalkan ke dunia luar sehingga pariwisata Nias bangkit kembali dengan pendekatan budaya,” ujar Tafaewasi Wa’u kepada NBC. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Agus Pieterson Sarumaha yang juga bertempat tinggal di Bali. [H]


Online

Jelang Singapura Terbuka Super Series 14-19 Juni 2011, Belum Pulih Butet Tetap Tampil


Jelang Singapura Terbuka Super Series 14-19 Juni 2011, Belum Pulih Butet Tetap Tampil. Pemain spesialis ganda Liliyana Natsir siap tampil di Singapura Super Series pekan depan kendati cedera "tennis elbow" pada siku kanannya belum sepenuhnya pulih.


"Sudah mendingan tetapi belum seratus persen sembuh, mungkin baru sekitar 70-80 persen. Untuk gerakan-gerakan kejut masih terasa nyeri pada ototnya," kata Liliyana saat ditemui di Jakarta, Senin.


Pemain ganda campuran, pasangan Tontowi Ahmad itu mulai merasakan cedera tersebut saat bermain di India Super Series dan Malaysia Grand Prix akhir April hingga awal Mei lalu, yang membuahkan dua gelar bagi pasangan tersebut. Cedera itu membuat Liliyana tidak bisa memperkuat tim Piala Sudirman Indonesia yang berlaga di Qingdao, China, pada akhir Mei lalu, yang berakhir di babak semifinal.


Pada Singapura Terbuka yang berlangsung 14-19 Juni, Tontowi/Liliyana menjadi unggulan keempat dan akan mengawali laga dengan melawan pasangan yang lolos kualifikasi.


Jika berhasil mencapai perempat final, pasangan yang meraih gelar Super Series pertama di India itu berpeluang bertemu unggulan pertama Zhang Nan/Zhao Yunlei dari China."Untuk Singapura, menurut saya masih kurang persiapan karena harus istirahat akibat cedera, tetapi sebagai pemain yang sudah senior seharusnya saya sudah bisa mengatasi masalah tersebut," kata Liliyana yang berharap, ia dan pasangannya dapat menunjukkan percaya diri yang sudah didapat pada turnamen India dan Malaysia.


Dua kali juara dunia saat masih berpasangan dengan Nova Widianto itu juga berharap, Tontowi tidak cepat puas dan mau berlatih keras karena masih banyak lawan yang belum pernah dihadapi. "Di Singapura lawannya lebih komplet, ada yang bertemu di India dan Malaysia, tetapi ada juga yang belum pernah jumpa seperti pasangan Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) dan beberapa pasangan China," katanya.


Untuk Indonesia Terbuka, yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, 21-26 Juni, Liliyana berharap sektor ganda campuran dapat menyumbang gelar. Tontowi/Liliyana yang dipasangkan menjelang Asia Games akhir tahun lalu, telah mengumpulkan empat gelar --satu Super Series dan tiga GP Gold-- dan saat ini menempati peringkat lima dunia.