;
Tampilkan postingan dengan label Tinju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tinju. Tampilkan semua postingan

Berita Tinju: Haye, Klitschko Petinju Terbaik di Dunia

Berita Tinju: Haye, Klitschko Petinju Terbaik di Dunia. David Haye mengakui Vladimir Klitschko merupakan petinju terbaik di dunia. Namun, petinju Inggris ini masih mempunyai keyakinan bahwa dirinya bisa mengalahkan petinju Ukraina tersebut jika dilakukan pertarungan ulang.

Bahkan jika dalam fit kondisi 100 pun, saya mungkin tidak bisa menang. Dia petinju terbaik di planet ini sekarang.
-- David Haye

Haye baru saja kehilangan gelar juara dunia versi WBA. Dia harus rela gelar itu terbang ke pundak Klitschko karena dalam pertarungan unifikasi selama 12 ronde yang berlangsung di Hamburg, Sabtu (2/7/2011) malam atau Minggu (3/7/11) dini hari WIB, Haye kalah angka mutlak dari Klitschko, yang kini menyandang empat gelar (IBO, WBA, WBO, dan IBF).

Seusai pertandingan, Haye sempat mengatakan bahwa dirinya tak mampu memberikan perlawanan maksimal karena cedera jari kaki kanan. Kondisi tersebut membuat keseimbangannya sedikit terganggu sehingga tidak bisa bertarung dengan baik.

Kepada radio talkSPORT, Haye mengatakan, "Kapan pun Anda cedera, hal terakhir yang Anda lakukan adalah mengatakan kepada lawanmu karena dia akan menyasarnya."

"Saya tidak bisa mendorong kaki kananku, tetapi itu bukan alasan mengapa saya kalah dalam pertarungan tersebut. Murni dan sederhana, dia memang lebih baik daripada saya. Saya yang terbaik kedua dan bahkan jika dalam fit kondisi 100 pun, saya mungkin tidak bisa menang. Dia petinju terbaik di planet ini sekarang."

Meskipun demikian, Haye berharap punya kesempatan lagi untuk menantang lawannya yang berusia 35 tahun tersebut. Jika terwujud, Haye sangat yakin bisa mengalahkan Klitschko.

"Saya suka jika terjadi pertarungan ulang, tetapi bola sekarang berada di tangannya. Saya memiliki gelar yang kini sudah disatukannya. Tetapi, sekarang dia berada di posisi yang bagus dan semuanya terserah dia. Jika dia menginginkan pertarungan super lagi, dia bisa bertarung denganku. Jika dia ingin pertarungan yang mudah, dia memilih lawan lain."

"Sudah menjadi rencanaku untuk pensiun sebelum ulang tahunku yang ke-31. Tetapi, saya menyukai kesempatan untuk melakukannya lagi, dan saya yakin bisa mengalahkannya."

Sementara itu, Klitschko mengatakan bahwa pertarungan ulang bukan agenda utamanya. Untuk sementara waktu, petinju dengan julukan "Dr Steelhammer" itu tak mau memikirkannya. Tetapi, Klitschko memberikan indikasi bahwa Haye takkan punya kesempatan lagi.

"Anda tahu apa? Saya saat ini berada di kursi pengemudi," ujar Klitschko kepada Sky Sport. "Dan, saya akan membuat keputusan tentang apa yang akan saya lakukan kemudian, dengan David Haye atau tanpa David Haye."

"Saya cukup sadar dengan pilihanku dan langkah apa selanjutnya.... David Haye sudah berada di luar jendela, dia keluar dari pandangan. Dia keluar.


Peliculas Online

Berita Tinju: Haye, Klitschko Petinju Terbaik di Dunia

Berita Tinju: Haye, Klitschko Petinju Terbaik di Dunia. David Haye mengakui Vladimir Klitschko merupakan petinju terbaik di dunia. Namun, petinju Inggris ini masih mempunyai keyakinan bahwa dirinya bisa mengalahkan petinju Ukraina tersebut jika dilakukan pertarungan ulang.

Bahkan jika dalam fit kondisi 100 pun, saya mungkin tidak bisa menang. Dia petinju terbaik di planet ini sekarang.
-- David Haye

Haye baru saja kehilangan gelar juara dunia versi WBA. Dia harus rela gelar itu terbang ke pundak Klitschko karena dalam pertarungan unifikasi selama 12 ronde yang berlangsung di Hamburg, Sabtu (2/7/2011) malam atau Minggu (3/7/11) dini hari WIB, Haye kalah angka mutlak dari Klitschko, yang kini menyandang empat gelar (IBO, WBA, WBO, dan IBF).

Seusai pertandingan, Haye sempat mengatakan bahwa dirinya tak mampu memberikan perlawanan maksimal karena cedera jari kaki kanan. Kondisi tersebut membuat keseimbangannya sedikit terganggu sehingga tidak bisa bertarung dengan baik.

Kepada radio talkSPORT, Haye mengatakan, "Kapan pun Anda cedera, hal terakhir yang Anda lakukan adalah mengatakan kepada lawanmu karena dia akan menyasarnya."

"Saya tidak bisa mendorong kaki kananku, tetapi itu bukan alasan mengapa saya kalah dalam pertarungan tersebut. Murni dan sederhana, dia memang lebih baik daripada saya. Saya yang terbaik kedua dan bahkan jika dalam fit kondisi 100 pun, saya mungkin tidak bisa menang. Dia petinju terbaik di planet ini sekarang."

Meskipun demikian, Haye berharap punya kesempatan lagi untuk menantang lawannya yang berusia 35 tahun tersebut. Jika terwujud, Haye sangat yakin bisa mengalahkan Klitschko.

"Saya suka jika terjadi pertarungan ulang, tetapi bola sekarang berada di tangannya. Saya memiliki gelar yang kini sudah disatukannya. Tetapi, sekarang dia berada di posisi yang bagus dan semuanya terserah dia. Jika dia menginginkan pertarungan super lagi, dia bisa bertarung denganku. Jika dia ingin pertarungan yang mudah, dia memilih lawan lain."

"Sudah menjadi rencanaku untuk pensiun sebelum ulang tahunku yang ke-31. Tetapi, saya menyukai kesempatan untuk melakukannya lagi, dan saya yakin bisa mengalahkannya."

Sementara itu, Klitschko mengatakan bahwa pertarungan ulang bukan agenda utamanya. Untuk sementara waktu, petinju dengan julukan "Dr Steelhammer" itu tak mau memikirkannya. Tetapi, Klitschko memberikan indikasi bahwa Haye takkan punya kesempatan lagi.

"Anda tahu apa? Saya saat ini berada di kursi pengemudi," ujar Klitschko kepada Sky Sport. "Dan, saya akan membuat keputusan tentang apa yang akan saya lakukan kemudian, dengan David Haye atau tanpa David Haye."

"Saya cukup sadar dengan pilihanku dan langkah apa selanjutnya.... David Haye sudah berada di luar jendela, dia keluar dari pandangan. Dia keluar.


Hasil Perempat Final Tinju Amatir Piala Presiden XXI 5 Juli 2011

Hasil Perempat Final Tinju Amatir Piala Presiden XXI 5 Juli 2011. Indonesia meloloskan dua petinju putri, Veronica Nocholas (tim Elang) dan Nurbertha Tajum (tim Rajawali), ke semifinal kelas bantam putri turnamen tinju amatir Piala Presiden XXI di Stadion Tenis Indoor Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Di perempat final, Selasa (5/7/2011), Veronica mengalahkan rekannya dari tim Garuda, Marsa Deva, dengan angka tipis 15-14, sementara Nurbertha juga di kelas bantam menang angka 30-12 atas Nelly (Myanmar).

Namun, menilik penampilan mereka di pertandingan itu, mantan petinju nasional Frans VB menyatakan cukup berat peluang mereka di semifinal. Veronica di semifinal akan berhadapan dengan Nerthy Petecio (Filipina), sedangkan Nurbertha bertemu Le Thi Bang dari Vietnam.

Petecio tampil gemilang pada babak perempat final setelah mengalahkan petinju Mongolia D Shinetestseg 30-12, sementara Le Thi Bang mengungguli lawannya dari Jepang, Ayako Minowa, dengan angka 19-10.

"Petinju Filipina itu pukulannya keras dan agresif, sedangkan petinju Vietnam tersebut rajin memukul dan pukulan lurusnya tajam menusuk. Karena itulah Veronica dan Nurbertha harus tampil ekstra bila ingin mengalahkan kedua lawannya tersebut," kata Frans.

Pada kelas layang ringan putra 49 kilogram, satu-satunya petinju Indonesia yang tersisa, Denny Hitarihun, gagal maju ke babak semifinal. Denny di perempat final dikalahkan petinju China, Guo Wu Rong, dengan angka tipis 17-18.

Denny sempat memimpin pengumpulan angka dalam dua ronde. Pada ronde ketiga dia sempat kecolongan pukulan lawan sehingga akhirnya kalah tipis. Menurut Frans, kekalahan Denny karena salah menerapkan strategi bertanding.

"Pada ronde ketiga ketika sudah unggul angka, Denny masih berinisitaif lebih dulu menyerang. Akibatnya, dia sering terkena pukulan balasan lawan yang postur tubuhnya lebih kecil," kata Frans.

Menurut dia, seharusnya di ronde ketiga ketika sudah memimpin perolehan angka, Denny menunggu lawan menyerang lebih dulu baru dibalas dengan serangkaian pukulan cepat.

"Sayangnya Denny malahan menyerang dulu sehingga gampang dibalas dan kemudian kalah," katanya.

Pada kelas ringan 60 kg, petinju Indonesia, Arenaldo Moniaga (tim Elang), gagal ke babak perempat final setelah dikalahkan petinju Kazakhstan, Yeldos Saidalin. Arenaldo tampil bersemangat pada ronde pertama, tetapi tertinggal 1-3. Pada ronde kedua dan ketiga, Arenaldo seperti mobil kehabisan bensin dan kalah angka telak 5-20.

"Sebetulnya Arenaldo memiliki teknik bertinju yang sangat baik. Namun, karena staminanya tidak mendukung, dia tidak dapat memanfaatkan keunggulan tekniknya dan wajar kalau kemudian kalah," kata Frans.

Kegagalan juga dialami petinju Indonesia lainnya di kelas ringan, Mathias Mandiangan, yang kalah angka 10-14 melawan Yu Cen dari China. Satu-satunya petinju Indonesia yang tersisa di kelas ini ialah Ralin Lumoli. Ralin menang angka telak 27-6 atas Muhamad Ridwan dari Singapura.